Java Heat
Film produksi adalah Film Amerika Serikat (AS) “Java Heat” menampilkan keseharian warga Indonesia, dan bisa disaksikan di layar lebar,“Java Heat” bercerita mengenai perjuangan seorang marinir AS bersama seorang detektif Muslim lokal yang berusaha mencari dalang di balik serangan bom di Yogyakarta. Film ini mencapai puncaknya di Candi Borobudur, dengan pengambilan gambar yang menakjubkan.
''Jaa Heat” mengikuti langkah serangkaian film Amerika yang diproduksi di Indonesia. Film Eat, Pray, Love” yang dirilis tahun 2010 menceritakan bagaimana tokoh utama yang diperankan Julia Roberts berkelana di Bali untuk menemukan cinta sejati pasca perceraiannya. Tahun lalu sutradara Oliver Stone merilis film “Savages” –tentang dua petani marijuana dan pacarnya yang harus berhadapan dengan kartel narkoba Meksiko –dengan latar belakang di pulau Moyo.
Penggambaran tradisi khas Indonesia ditampilkan cukup baik di film ini. Contohnya saat anak-anak Hashim (Ario Bayu) mencium tangannya, yang artinya pengungkapan kasih sayang di masyarakat Jawa. Para pria dipanggil sebagai “mas”, sebutan yang biasa digunakan bagi lelaki Jawa. Sentuhan otentik lainnya terlihat saat Hashim dan Jake (Kellan Lutz) menyantap nasi goreng, mengendarai becak, dan mengenakan batik yang menjadi bagian integral budaya Indonesia.
Saya memberikan film ini 3,5 dari 5 bintang. Meski jalan cerita film ini dapat ditebak, “Java Heat” dapat membuat penonton bangga terhadap Indonesia. Ario Bayu pun bermain cemerlang di dalamnya, tak kalah dari Kellan atau Mickey Rourke.
0 komentar:
Posting Komentar